Kepada Yang Mulia
Presiden Republik Indonesia
Bpk H Dr LetJen (Pur) Susilo Bambang Yudhoyono
Di
Istana Negara Jakarta
Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh
Bapak presiden yang Baik,
Sesungguhnya dasar-dasar pemerintahan yang Bapak bangun sangat kuat di sisi rakyat Indonesia.
Jika mengikuti perjalanan Program 100 hari, ternyata diawali dengan kasus Cicak Buaya, lalu kasus Bank Century, dalem merasa ada sesuatu yang perlu di tengok kembali.
Yang perlu ditengok itu adalah Rasa Keadilan. Boleh jadi, fihak-fihak yang selalu bersama Bapak merasa legowo pada akhirnya, namun sangat mungkin Allah yang tidak rela.
Bapak Presidien yang sangat Santun,
Sejujurnya, andai saja Bapak menempatkan orang-orang yang sebelumnya ikut berjuang pemenangan dengan Bapak, maka tindakan ini tidak melukai rasa keadilan di sisi koalisi pemenangan awal, dan tidak juga melukai rasa keadilan di sisi non koalisi (yang justru berusaha menjatuhkan dalam kampanyenya).
Maka sangat mudah merasakan luka rasa keadilan ketika Bapak Menyerahkan Ketua MPR ke PDIP, dan beberapa Menteri ke Golkar dengan jumlah mengalahkan jatah PKB dan PAN atau PPP.
Jika pun koalisi rela, tetapi sangat mungkin Allah tidak rela. Sehingga Allah sedikit demi sedikit membuka masalah. KPK, Century, Menteri Keuangan, Wapres, dan sangat mungkin setidaktidaknya akan sedikit menyentuh Bapak. (Tabiat Allah adalah lembut pelan namun pasti).
Bapak Presiden yang menyukai Perdamaian,
Sepertinya belum terlambat untuk membasuh luka rasa keadilan ini. Andaikata saja Bpk Hadi Utomo dan beberapa orang dekat Bapak menjadi Menteri atau Setingkat Menteri atau Pejabat Publik lain, saya yakin Allah pun akan rela dan lalu akan menutup masalah2 dan akan menolong Bapak dalam mengendalikan Pemerintahan dengan kuat. Insyaallah.
Maafkan saya Bapak. Ini sekedar menurut perasaan saya yang cemas dan harap.
Wassalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh
Andai saja Ketua MPR Bapak serahkan ke Bpk Hadi Utomo yang Ketua Umum Demokrat, misalnya, maka tindakan ini tidak melukai rasa keadilan di sisi koalisi, dan tidak juga melukai rasa keadilan di sisi lawan politik.

