Astocha Life

Bahagia adalah berbagi

Rasa Keadilan yang Luka

Posted by astocha pada 18 Desember 2009

Kepada Yang Mulia

Presiden Republik Indonesia

Bpk H Dr LetJen (Pur)  Susilo Bambang Yudhoyono

Di

Istana Negara Jakarta

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh

Bapak presiden yang Baik,

Sesungguhnya dasar-dasar pemerintahan yang Bapak bangun sangat kuat di sisi rakyat Indonesia.

Jika mengikuti perjalanan Program 100 hari, ternyata diawali dengan kasus Cicak Buaya, lalu kasus Bank Century, dalem merasa ada sesuatu yang perlu di tengok kembali.

Yang perlu ditengok itu adalah Rasa Keadilan. Boleh jadi, fihak-fihak yang selalu bersama Bapak merasa legowo pada akhirnya, namun sangat mungkin Allah yang tidak rela.

Bapak Presidien yang sangat Santun,

Sejujurnya, andai saja Bapak menempatkan orang-orang yang sebelumnya ikut berjuang pemenangan dengan Bapak, maka tindakan ini tidak melukai rasa keadilan di sisi koalisi pemenangan awal, dan tidak juga melukai rasa keadilan di sisi non koalisi (yang justru berusaha menjatuhkan dalam kampanyenya).

Maka sangat mudah merasakan luka rasa keadilan ketika Bapak Menyerahkan Ketua MPR ke PDIP, dan beberapa Menteri ke Golkar dengan jumlah mengalahkan jatah PKB dan PAN atau PPP.

Jika pun koalisi rela, tetapi sangat mungkin Allah tidak rela. Sehingga Allah sedikit demi sedikit membuka masalah. KPK, Century, Menteri Keuangan, Wapres, dan sangat mungkin setidaktidaknya akan sedikit menyentuh Bapak. (Tabiat Allah adalah lembut pelan namun pasti).

Bapak Presiden yang menyukai Perdamaian,

Sepertinya belum terlambat untuk membasuh luka rasa keadilan ini. Andaikata saja Bpk Hadi Utomo dan beberapa orang dekat Bapak menjadi Menteri atau Setingkat Menteri atau Pejabat Publik lain, saya yakin Allah pun akan rela dan lalu akan menutup masalah2 dan akan menolong Bapak dalam mengendalikan Pemerintahan dengan kuat. Insyaallah.

Maafkan saya Bapak. Ini sekedar menurut perasaan saya yang  cemas dan harap.

Wassalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh

Andai saja Ketua MPR Bapak serahkan ke Bpk Hadi Utomo yang Ketua Umum Demokrat, misalnya, maka tindakan ini tidak melukai rasa keadilan di sisi koalisi, dan tidak juga melukai rasa keadilan di sisi lawan politik.

Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Tegaknya Gunung karena Keadilan

Posted by astocha pada 6 November 2009

TEGAKNYA GUNUNG KARENA KEADILAN

 

 

Rasa keadilan akan terluka jika cicak (KPK) dimakan Buaya dan Komodo. Jika keadilan runtuh maka sudah semestinya Gunung-gunung runtuh karena tegaknya alam adalah karena keadilan.

Sang Penggagas , Pencipta dan Pemelihara Alam memerintahkan Daud (alaihi salam) menjadi penguasa (khalifah ) dengan satu tugas pokok : menyelesaikan perkara manusia dengan keadilan. Dan dengan tegaknya keadilan itu Allah menganugrahkan kepada Daud berupa bertasbihnya gunung-gunung dan burung-burung bersama Daud. Itu bermakna alam sangat damai dan memberikan kesentosaan dan kekayaan alamnya kepada manusia.

 

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. (Quran 38:26)

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, (Quran 38: 18)

Maka saudara-saudara kita yang mengusung dan memperjuangkan Khilafah untuk semata-mata menegakkan syariat islam, dalam pandangan saya kurang satu tingkat lagi yaitu menegakkan keadilan. Dan jika terus-menerus meneriakkan jargon syariat islam maka sebenarnya justru akan menghambat perjuangan karena memberi kesan ekslusif.

 

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa Islam tidak mengatur Negara maka pendapat itu belum menjalankan amanat seperti yang diberikan kepada Daud yaitu menjadi Khalifah dalam rangka menjalankan keadilan.

Maka  terus kita dorong Beliau SBY  RI-1 untuk menjalankan pemerintahan  dengan keadillan dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.. Semoga Bapak SBY bisa menghilangkan kesan umum bahwa Institusi Polisi ( buaya ) akan  menghabisi KPK (cicak).

Mari kita berdoa kepada Allah yang mencipatakan dan memperjalankan  Alam Raya, semoga Allah juga menundukkan gunung-gunung bertasbih bersama SBY. Amin.

Ditulis dalam Lintasan | Bertanda: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Noordin M Top Setuju

Posted by astocha pada 7 Oktober 2009

Membenci kedzoliman saya setuju. Melawan ke kedoliman taghut  Amerika saya juga ikut. Jika saudara-saudarku dibantai saya pun sedih dan  marah. Maka dalam hal melawan kedzaliman saya setuju dengan Noordin M Top. Tapi saya menawarkan cara lain untuk melawannya.

 

Saya tidak bermaksud menyalahkan pribadi Noordin M Top atau menyalahkan cara jihadnya (yang orang lain membacanya : Teror). Saya setuju niat dan tujuannya tapi saya ada pilihan lain dalam memperjuangkannya.

 

Mau ?

Tunggu catatan berikutnnya.

Ditulis dalam Lintasan | Tinggalkan sebuah Komentar »

GUNUNG BERTASBIH BERSAMA DAUD (Alaihi Salam)

Posted by astocha pada 2 Oktober 2009

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, (AlQuran Surat As-shad ayat 18)

Setelah merasakan bencana demi bencana, lumpur meluap, tsunami, gempa dan gunung meletus, saya teringat terjemahan ayat Allah di atas, yakni Allah telah menundukkan gunung-gunung dan burung-burung bertasbih bersama Daud as. Tetapi sekarang (menurut felling saya ) gunung-gunung tidak mau “bertasbih”  bersama kita – bangsa Indonesia.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Lintasan | Bertanda: , , , , , , , | 2 Komentar »

Mudik Siapa yang Suruh ?

Posted by astocha pada 21 September 2009

Berbondong-bondong orang pada mudik. Yang dari barat menuju ke timur. Yang dari timur menuju barat. Ada yang sempat menginap di stasiun atau terminal atau di pelabuhan. Susah payah dan mengeluarkan ongkos. Siapa yang suruh ?

Tapi ada yang unik dari semua orang yang kelelahan itu. Yaitu wajah-wajah mereka lelah tapi ceria ada harapan. Ada kerinduan. Rindu orang-orang yang dia cintai rindu orang-orang yang mencintai rindu kampung halaman. Rindu akan asal-usul.

Rupanya inilah yang mendorong orang untuk antusias mudik : Rindu Asal-Usul. Naluri insani. naluri fitrah.

Bolehlah saya mengingatkan kita untuk tetap rindu kepada asal-usul yang paling hakiki adalah rindu dengan sang pencipta Allah dengan kampung halaman yang hakiki yaitu surga.

Jadi mari kita siapkan mudik kita  ke surga dan Allah dengan antusias pula. amin

Ditulis dalam Lintasan | 1 Komentar »

Hello Word ! Asalamu’alaikum

Posted by astocha pada 7 September 2009

Selamat Romadhon. Romadhon artinya  panas membakar. Seperti membakar tambang emas maka yang keluar adalah emas mulia. Atau seperti ulat yang menjadi kepompong akhirnya jadi kupu-kupu indah. semoga saya dan Anda adalah salah satu emas itu. amin

                                          Kupu Alumnus Romadhon : menawan

Alumnus Romadhon peringkat I adalah Biru Luas Indah Dahsyat

 

Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.